Sinergi Program
Komentar
Statistik Pengunjung
| Hari ini | : | 80 |
| Kemarin | : | 215 |
| Total Pengunjung | : | 344,674 |
| Sistem Operasi perangkat anda | : | Unknown Platform |
| IP Address anda | : | 216.73.216.85 |
| Browser yang anda gunakan | : | Mozilla 5.0 |

Kecamatan Baradatu, Kabupaten WAY KANAN
Provinsi LAMPUNG
Kecamatan Baradatu, Kabupaten WAY KANAN
Berita Desa
Sukosari (07/07/2024) Suroan merupakan tradisi turun temurun yang dilaksanakan pada bulan Suro dalam penanggalan Jawa, Suro merupakan bulan pertama dalam sistem penanggalan Jawa dan Suroan biasanya dilaksanakaan tanggal 1 Suro, atau 1 muharam dalam penanggalan Islam.
Masyarakat kampung Sukosari dan Pamongnya juga ikut serta dalam rangkaian kegiatan memperingati bulan Suro dan juga Tahun Baru Islam, dikarenakan masyarakat kampung sukosari sebagian besar merupakan keturunan orang jawa yang di Transmigrasikan oleh Pemerintah Pusat pada Tahun 1961 silam.
Seiring dengan kemajuan zaman dan perkampungan yang mulai ramai, banyak juga masyarakat pendatang baik itu dari Pulau Jawa maupun Sumatera Selatan, tercatat dalam database Pemerintah Kampung Sukosari jumlah Suku Anak Bangsa yang bertempat tinggal dikampung Sukosari sebagai berikut:
Suro merupakan sebutan bagi bulan Muharram dalam masyarakat Jawa kata tersebut sebenarnya berasal dari kata ”asyura” dalam bahasa Arab yang berarti “sepuluh”, yakni tanggal 10 bulan Muharram. Karena pentingnya tanggal ini oleh masyarakat Islam Indonesia, Jawa utamanya, tanggal itu akhirnya menjadi lebih populer adalah asyura, dan dalam lidah Jawa menjadi “Suro”. Jadilah kata “Suro” sebagai khazanah Islam-Jawa asli sebagai nama bulan pertama kalender Islam maupun Jawa.
Dikutip dari berbagai sumber, bahwa peringatan satu Suro di mulai sejak tahun 1633 Masehi, ketika Sultan Agung Hanyokrokusumo membuat kalender Jawa yang baru. Satu Suro dimaksudkan untuk lebih mempersatukan raja dan kawula. Pada saat itu negeri mulai terancam. Sultan tidak mengadakan upacara ritual kerajaan Rajawedha, sebagai gantinya diadakan upacara satu Suro yang hakikatnya menyatukan Rajawedha dengan upacara kaum petani Gramawedha yang waktunya bersamaan dengan satu Muharram tahun baru Umat Islam yang pergantian harinya mengikuti sistim rembulan pada jam 6 sore dan secara politis tindakan ini bertujuan untuk memperkuat persatuan bangsa melawan ancaman penjajah dengan upaya menyatukan umat Islam Mataram dengan Banten.
Pelaksanaan penyambutan bulan Suro di kalangan masyarakat Jawa mempunyai makna sebagai awal tahun yang dianggap sakral dan suci, hal ini bertujuan untuk menemukan jati diri agar selalu tetap eling lan waspodo serta mendekatkan diri kepada Sang Khalik.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Suro adalah bulan pertama pada penanggalan Jawa yang berasal dari akulturasi antara budaya Islam dan budaya Jawa yang mempunyai keistimewaan tersendiri bagi masyarakat Jawa.
Bulan Suro bagi masyarakat Jawa diyakini sebagai bulan keramat dalam kehidupan spritual. Untuk itu masyarakat perlu menyambut bulan Suro ini dengan melaksanakan 'lelaku' yang berguna untuk mengingatkan manusia kepada Sang Penciptanya dan untuk membersihkan kampung dari segala marabahaya.
Ragam Tradisi Suroan dengan berbagai kebudayaan dan adat istiadat di masing-masing daerah tentu akan menimbulkan berbagai macam tradisi pula, dalam tradisi Suroan, terdapat berbagai macam ritual-ritual didalamnya yang hingga kini masih dipertahankan eksistensinya, berikut beberapa ritual dalam tradisi suroan yang masih dijalankan dan dipegang teguh oleh masyarakat, antara lain:
Dari berbagai ritual tradisi diatas ada yang membuat kita mungkin bertanya tanya, Kenapa Kambing yang disebelih saat memperingati Suroan itu harus Kambing Kendhit ? dan apa itu Kambing Kendhit ?
Penjelasan dari Gundari, S.Pd selaku Sekretaris Kampung Sukosari, Kambing Kendhit dalam Tradisi Suroan merupakan kambing yang dianggap istimewa atau mempunyai kekuatan supranatural dalam kepercayaan masyarakat Jawa. Dinamai kendhit karena kambing ini seolah memakai kendhit atau sabuk yang seolah-olah melilit diperutnya sebagai pengencang.
Terdapat berbagai corak warna bulu kambing tersebut. Ada yang berwarna dasar hitam dengan sedikit warna putih yang melingkar diperutnya. Ada yang berwarna dasar putih dengan sedikit warna hitam melingkar diperutnya. Ada pula yang berwarna coklat dengan corak putih melingkar diperutnya. Pada intinya masalah warna bukan jadi persoalan, yang jadi kriteria adalah adanya lingkaran atau sabuk yang melingkar di perut kambing tersebut. Keunikan tersebut yang membawa kambing ini mempunyai nilai tersendiri dikalangan masyarakat Jawa, satu ekor kambing jenis ini bisa mencapai jutaan hingga ratusan juta.
Karena keunikannya tersebut kambing ini dianggap sebagai hewan yang istimewa dan mempunyai daya magis tertentu. Kambing kendhit kerap kali dikorbankan dalam beberapa ritual di tanah Jawa. Sebagai tumbal atau sarana korban ritual, kambing ini dipercaya mampu mempermudah komunikasi antara manusia dengan yang supranatural. Dengan komunikasi yang baik, sehingga dipercaya dapat mengabulkan segala keinginan yang diharapkan.
itulah sedikit pengetahuan yang dapat saya sampaikan, jika ada yang salah mohon dimaafkan karena saya sejak lahir di Sukosari bukan lahir di Jawa dan tentunya jika ada yang salah agar diluruskan, agar tidak menjadi fatal, ujarnya.
"Kita sebagai generasi modern harus ikut serta melestarikan budaya kita, baik budaya Jawa, Ogan, Lampung, Sunda, Bali, dll dan tentunya harus dabarengi dengan keilmuan supaya kita dapat memaknai suatu tradisi agar tidak salah penafsiran serta mencegah perpecahan"
#suro
#muharram
#adat
#budaya
#sosial
#keagamaan
#islam
#jawa
#ogan
#lampung
#sunda
#bali
#smartvillage
Data Populasi Kampung Sukosari, Kecamatan Baradatu, Kabupaten WAY KANAN
Laki-laki : 663 ORANG
Perempuan : 674 ORANG
TOTAL : 1337 ORANG
Laki-laki
Perempuan
BELUM MENGISI
TOTAL
Kampung Sukosari berada di Kecamatan Baradatu , Kabupaten WAY KANAN , Provinsi LAMPUNG.
| Kode Kampung | : | 1808042008 |
| Kode Kecamatan | : | 180804 |
| Kode Kabupaten | : | 1808 |
| Kode Provinsi | : | 18 |
| Kode Pos | : | 34761 |
Jl. Sukamaju No.01 Dusun II Tengah, Kecamatan Baradatu, Kabupaten WAY KANAN - Provinsi LAMPUNG
| Senin | 06:00:00 - 18:00:00 |
| Selasa | 06:00:00 - 18:00:00 |
| Rabu | 06:00:00 - 18:00:00 |
| Kamis | 06:00:00 - 18:00:00 |
| Jumat | 06:00:00 - 18:00:00 |
| Sabtu | 06:00:00 - 18:00:00 |
| Minggu | 06:00:00 - 18:00:00 |
| Anggaran | : | Rp 1.126.142.541,91 |
| Realisasi | : | RP 591.285.703,94 |
| Anggaran | : | Rp 1.000.280.218,80 |
| Realisasi | : | RP 418.717.297,94 |
| Anggaran | : | Rp -125.862.323,11 |
| Realisasi | : | RP -125.862.323,11 |
| Anggaran | : | Rp 720.869.000,00 |
| Realisasi | : | RP 382.396.260,00 |
| Anggaran | : | Rp 9.518.901,91 |
| Realisasi | : | RP 6.868.466,00 |
| Anggaran | : | Rp 395.654.640,00 |
| Realisasi | : | RP 202.016.160,00 |
| Anggaran | : | Rp 100.000,00 |
| Realisasi | : | RP 4.817,94 |
| Anggaran | : | Rp 582.048.816,89 |
| Realisasi | : | RP 285.415.297,94 |
| Anggaran | : | Rp 324.090.401,91 |
| Realisasi | : | RP 94.841.000,00 |
| Anggaran | : | Rp 41.087.000,00 |
| Realisasi | : | RP 15.061.000,00 |
| Anggaran | : | Rp 6.254.000,00 |
| Realisasi | : | RP 0,00 |
| Anggaran | : | Rp 46.800.000,00 |
| Realisasi | : | RP 23.400.000,00 |
OpenSID 2510.0.1-premium - Pusako v3.8


Nanda Tiara
06 Februari 2026 10:16:33
Mbak klk mau buat kk, persyaratan nya apa aja ya...